Posted by: suntea on: Juni 29, 2008
Kemaren pas terakhir posting sebelum posting artikel ini, ada komen sing nyangkut n sempat bikin otak kiriku berputar dan otak kananku jungkir balik…halah ko hipebol banged sey, ada yang bilang “tawassul yang indah..” dan apa itu artinya aku tak tau…
hehe..kagak tau banyak tentang gituan sey…
Alhasil setelah beberapa hari bertanya2, dan bergumam sendiri, terngiang ngiang..halah… dan kutemukan jawabannya di mbah google..tada…ketemu de…:D hehe pa’dhe…I got it…
Beginilah ceritanya…
Tawassul itu gamblangnya berdoa lewat perantara, perantarane itu boleh waliyullah, Rosulullah, ato orang yg dianggep deket ma Allah lah… Nah, tawassul sendiri bisa dilakukan dengan beberapa macem. Ney aku kasi 3 cara, yaitu:
Tetapi, yang namanya orang pasti banyak yang berpendapat…yah ini juga termasuk khilafiyah…ada yang memperbolehkan, tapi ada juga yang tidak memperbolehkannya…semua tergantung dan dikembalikan ke keyakinan masing-masing sey…yah..klo ada salah tulis kasih komen langsung aja de…biar langsung ketauan salahku…biar gak memelihara dosa gitu… :p
1 | ndaz
whoa,, komenku jadi kasus…
sun, boleh tidaknya tawassul emang masinh diperdebatkan dikalangan ummat awam kayak kita2 orang ini.. tapi di kalangan ulama-ulama yang terpandang karena ilmunya (semoga alloh memberkati mereka) tawassul bukan merupakan masalah khilafiyah.. karena telah jelas hukumnya seperti jelasnya matahari (sun :p) disiang hari,,
klo aku lebih condong ke referensi yang http://www.almanhaj.or.id/content/1305/slash/0 sun.. cz penulisnya bukan sekedar penulis blog, atau pembuat website agamis, tapi ga tau agama, penulisya merupakan dewan ulama yang mumpuni ilmunya dan dapat dipertanggung jawabkan perkataannya…
dari tulisan tersebut, aku menyimpulkan tawassul yang boleh thu adalah :
-> dengan asma dan sifat Alloh.
-> dengan amalan sholeh
-> dengan meminta doa kepada orang sholeh yang MASIH HIDUP
sedangkan tawassul dengan perantara nabi muhammad adalah tidak diperbolehkan,, karena beliau telah meninggal dunia.. dan tidak ada riwayat yang dapat dipertanggung jawabkan bahwa sahabat pernah bertawassul dengan perantara beliau setelah beliau meninggal..
Wallohu a’lam,
2 | suntea
ooo…gitu…alhamdulillah…ada yang benerin…:P
hehehe…link itu lupa tak cantumin…padahal aku juga baca…ye maap…
caturan