DBD / DBF


Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue Famili Flaviviridae, dengan genusnya adalah flavivirus. Virus ini mempunyai empat serotipe yang dikenal dengan DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4. Selama ini secara klinik mempunyai tingkatan manifestasi yang berbeda, tergantung dari serotipe virus Dengue. Seperti yang telah di informasikan kepada masyarakat melalui media informasi, bahwa siklus demam berdarah mirip dengan pelana kuda beberapa hari demam tinggi kemudian setelah ditangani kemudian demam turun dan kembali naik lagi, ada pula penderita yang pada masa kritis (demam kedua setelah demam turun) tubuh tidak lagi demam tinggi karena disebabkan tubuhnya tak mampu menghasilkan panas lagi. Namun DBD mempunyai gejala utama, yaitu demam disertai gejala perdarahan, mulai dari yang paling ringan sampai perdarahan yang masif. Ada sebagian penderita yang terkena virus DHF yang demam disertai muncul bintik-bintik hitam tapi kadang hal ini tidak terjadi pada sebagian yang lain.

Berhati-hatilah karena sebenarnya Virus ini menyerang melalui perantaraan gigitan nyamuk aides aigypti dan aides albopictus — dua jenis nyamuk dengan warna hitam diselingi belang-belang putih, dengan bulu bulunya yang hampir merata, berkelakuan sangat genit karena dia senang menggigit kita berulang-ulang setiap kali menyedot darah. Untuk setiap kali makan, dia kadang menclok di tubuh kita atau orang di sebelah kita bergiliran, minimal sebanyak lima kali. Bisa dibayangkan dalam sekali santapan saja, jika orang yang digigitnya ada yang mengandung virus DHF, dia sudah dapat menularkan pada sekian banyak orang pada lingkungan tersebut. Dan biasanya nyamuk ini beraksi di saat pagi menjelang siang dan sore hari dan jangan salah makhluk kecil ini paling demen dengan tempat-tempat yang gak kotor, jadi jangan harap  kita bisa lepas begitu saja dari ancaman mereka.

Perjalanan virus dengue ini setelah masuk ke dalam tubuh, sebenarnya langsung ditangkap oleh sel antibodi, yang secara teori seharusnya virus ini segera tewas, tapi entah kenapa justru virus yang sudah ditangkap ini malah mendapatkan kekuatan dari sel antibodi yang menangkapnya, dengan kekuatan tadi virus ini malah dapat memporak-porandakan sistem di tubuh kita. Dalam keadaan normal, air yang berada di dalam darah tidak dapat menembus dinding pembuluh darah.
Bila terjadi infeksi oleh DHF, maka pembuluh darah menjadi meregang yang mengakibatkan terjadinya kebocoran. Air akan merembes keluar dari pembuluh darah ke kantong-kantong yang terdapat di dalam tubuh, seperti rongga perut, rongga paru, rongga jantung dll, atau merembes begitu saja ke jaringan sekitar pembuluh darah, yang mengakibatkan volume darah menjadi kurang atau drop. Keadaan ini persis terjadi seperti penderita diare yang berat, sehingga tubuh menjadi kekurangan cairan atau dehidrasi. Bila tidak mendapatkan pertolongan yang cepat, maka organ-organ tubuh kita akan segera rusak. Ada beberapa artikel yang menyatakan terdapat manifestasi perdarahan yang ditandai dengan :
– Uji tourniquet positif
– Petekia, ekimosis, purpura
– Perdarahan mukosa, epistaksis, perdarahan gusi
– Hematemesis dan atau melena
– Hematuria
– Pembesaran hati (hepatomegali).
– Manifestasi syok/renjatan
Gangguan lain yang dapat terjadi berupa rusaknya sistem pembekuan darah, karena virus yang menempel pada sel antibodi ini mengobok-obok trombosit. Trombosit adalah komponen sel pada darah kita yang berfungsi untuk menyetop perdarahan jika terjadi luka. Karena gangguan virus ini, trombosit tidak dapat lagi menjalankan fungsinya seperti semula. Akibatnya, kemungkinan terjadinya perdarahan sangat besar. Mulai perdarahan yang paling ringan berupa bintik-bintik pada kulit sampai perdarahan hebat dari saluran cerna.

Adapun Kriteria Laboratorisnya al. :
– Trombositopeni (trombosit < 100.000/ml)
– Hemokonsentrasi (kenaikan Ht > 20%)

Manifestasi klinis DBD sangat bervariasi, WHO (1997) membagi menjadi 4 derajat, yaitu :
Derajat I    :
Demam disertai gejala-gejala umum yang tidak khas dan manifestasi perdarahan spontan satu-satunya adalah uji tourniquet positif.
Derajat II:
Gejala-gejala derajat I, disertai gejala-gejala perdarahan kulit spontan atau manifestasi perdarahan yang lebih berat.
Derajat III:
Didapatkan kegagalan sirkulasi, yaitu nadi cepat dan lemah, tekanan nadi menyempit (< 20 mmHg), hipotensi, sianosis disekitar mulut, kulit dingin dan lembab, gelisah.
Derajat IV:
Syok berat (profound shock), nadi tidak dapat diraba dan tekanan darah tidak terukur.

Pengobatan yang bisa dilakukan jika stadium penyakit masih tergolong rendah, maka pengobatan yang khusus tidak diperlukan. Istirahat yang cukup, minum air yang banyak hal ini diperlukan untuk mengganti rembesan cairan yang keluar dari pembuluh darah, sehingga volume darah tetap utuh. Tapi bila belum mencapai hari ketujuh, perhatikan dengan seksama apakah gejalanya bertambah buruk yang ditandai dengan timbulnya bintik-bintik spontan? Karena, sel antibodi khusus yang dibentuk oleh tubuh untuk melibas dengan tuntas virus DHF baru mulai terbentuk pada hari tersebut. Penyakit ini baru dikatakan aman bila telah melewati hari ketujuh, dihitung saat mulainya demam.
Jika stadiumnya lebih berat yaitu dengan ditandai dengan timbulnya bintik-bintik di kulit secara spontan, maka perawatan di rumah sakit merupakan keharusan. Cairan berupa infusan harus segera dipasang, untuk mencegah penyakit berkembang ke arah stadium yang lebih berat. Obat-obatan khusus untuk melawan virus tidak diperlukan. Bila panas badan tinggi, cukup diberikan obat penurun panas atau dikompres.

Comments
One Response to “DBD / DBF”
  1. suntea mengatakan:

    nulis artikel ini gara2 pernah kena gigitan mesranya nyamuk Ae….
    Hehehe….😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: