Ruqyah Bolehkah?


Kemarin sempat baca artikel tentang ruqyah
tapi malah keinget sesuatu yang dulu pernah denger dari seseorang yang pernah memberi manfaat bribet banget bahasanya

“kalo kita meminta untuk di ruqyah ada yang bilang kalo itu menyebabkan hilang jaminan masuk surga…bener ga sih???”

Alhasil dapet balesan kaya gini ” untuk ukhti suntena anti benar ada dalil Hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim,
Akan masuk surga tujuh puluh ribu orang tanpa hisab (dihitung amalnya). Para shahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Mereka adalah orang yang tidak minta diruqyah, tidak tathayyur, tidak berobat kay (dengan menggunakan besi panas) dan bertawakal kepada Tuhannya.”
Para ulama berbeda pendapat tentang masalah apakah meminta diruqyah membuat cacat tawakal kita? Karena orang yang sempurna ketawakalannyalah yang akan mendapatkan kelebihan yang disebutkan dalam hadits tersebut.
Imam Ahmad, Khattabi, al-Qadhi Iyadh, Nawawi, Ibnu Taimiyyah, Ibnu Qayyim berpendapat bahwa meminta diruqyah bisa mencederai kesempurnaan tawakal. Sedangkan Imam Thabari, al-Maziri, Ibnu Qutaibah, Ibnu Abdil Bar, Qurthubi berpendapat bahwa orang yang meminta diruqyah tetap bisa mempunyai tawakal yang sempurna, artinya mereka masih berhak mendapatkan janji hadits tersebut. Hanya saja, setelah melihat dalil dari masing-masing pendapat, pendapat yang mengatakan bahwa meminta diruqyah bisa mencederai tawakal lebih kuat dibandingkan pendapat yang kedua.
Di sini, kita bisa menarik dua kesimpulan: Pertama, Orang yang meminta untuk diruqyah tidak bisa masuk surga tanpa hisab, tetapi masih terbuka peluang baginya untuk masuk surga dan masih harus melalui proses hisab. Kedua, Yang terhalang untuk masuk surga tanpa hisab adalah mereka yang meminta untuk diruqyah, adapun orang yang meruqyah tidak masuk dalam pembahasan hadits tersebut.
Untuk poin ini, memang terdapat riwayat yang menyebutkan bahwa orang yang meruqyah pun terhalang untuk masuk surga tanpa hisab. Tetapi riwayat tersebut didhaifkan oleh para ulama. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkomentar, “Riwayat tersebut lemah dan salah. Sesungguhnya orang yang meruqyah orang lain dan dirinya sendiri adalah perbuatan baik, maka bagaimana dianjurkan untuk ditinggalkan? Jibril sendiri telah meruqyah Nabi dan Nabi pun meruqyah para shahabatnya dan mengizinkan kepada mereka untuk meruqyah dengan sabdanya, “Barangsiapa yang mampu memberikan manfaat kepada saudaranya, maka lakukanlah. Dan, memberikan manfaat sangat dianjurkan.” (Lihat Majmu’ al-Fatawa 1/182).
Syekh Al-Albani juga mendhaifkan riwayat tersebut, “Riwayat ini syadz (bertentangan dengan riwayat yang kuat), hanya diriwayatkan oleh gurunya Imam Muslim yaitu Said bin Mansur.” (Lihat Tahqiq Mukhtasar al-Mundziri Lishahih Muslim Hal. 37).
Jadi, meruqyah adalah suatu kebaikan yang mendatangkan pahala dan sangat dianjurkan. Sedangkan meminta untuk diruqyah tidak menghalangi seseorang untuk meraih surga. Hanya saja dia kelak bisa masuk surga setelah melalui proses hisab seperti kebanyakan penghuni surga. Wallaahua’lam”

hehe ga nyangka bakal dikasih penjelasan yang menimbulkan banyak pertanyaan untukku..hehehe…argh…mumetz…

Comments
6 Responses to “Ruqyah Bolehkah?”
  1. reth mengatakan:

    berbahagialah anti masih diberi kesempatan nikmat
    untuk bisa belajar,,,namun kadang kita terlalu
    berharap untuk bisa merasionalkan segala sesuatu tentang
    hidup ini. Dan hal ini yang terkadang malah membuat
    kita terkungkung dalam pertanyaan2 yang hanya akan
    membuat iman kita nge-drop.
    Hati2 yo nduk…
    Jaga kesehatan!!!

  2. suntea mengatakan:

    siiip…dech…
    yu…aku tanya iku gak dijawab yo(ttg masalah bbrp bln yang lalu)…apa tak posting ae yo…

  3. reth mengatakan:

    YUP…he2 jujur q agak nupa je
    sapa tau bakal banyak org yang ngasih
    masukan nduk…

  4. suntea mengatakan:

    @ reth :

    nyiip…
    tak sembari menyusun kata2 dulu…

  5. ndaz mengatakan:

    adalah benar…:D😀

    wes lengkap nuh penjelasane…

    sisan aku meh tako,,,

    lah umpomo enek sing meminta rukyah… gek ternyata dia di takdirkan dengan rahmat Alloh meninggal dalam berjihad…kira2 dya dapet kesempatan masuk syurga tanpa hisab ga yah…?

  6. suntea mengatakan:

    @ ndaz :
    – tak takonke sik ya pakdhe, menawane ana sing gelem jawab…hee hee..aku pan juga copas tapi sik penting wes sedikit tau….😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: