3 minggu tak berkutik


Barulah minggu ini aktifitas bergulir ala kadarnya…

Setelah beberapa waktu lalu serakah akan nafsu dan kalahnya pertahanan lambungku akan suatu virus…mungkin kali ini pembawanya lalat…

Dulu nyamuk sekarang lalat….fiuh….menyedihkan….

Ya…beberapa hari yang lalu memang aku tepar dan harus menghentikan semua kegiantanku yang harusnya aku akhiri akhir bulan kemaren…Tapi sudahlah…sudah terlanjur…mungkin salah satu penyebab kemaren itu karena kecerobohanku karena kurang menjaga kondisi tubuh dan kurangnya manajemen waktu yang akhirnya menjadi bomerang bagiku…wekekekkee…akhirnya merepotkan banyak pihak….

Thypoid Fever
Itulah yang ku derita selama 3 minggu kemaren…
Dan ini ku berikan beberapa hasil brwsingan

Gua Ngopy Dari SINI

Demam Thypoid menurut epidemiologinya merupakan kuman yang penularannya Fecal-Oral (saluran pembuangan-mulut) dan di Idonesia causa terbanyak dari demam Thypoid adalah Kuman Salmonella Thypii.
Salmonella Thypii masuk melalui mulut makanan atau minuman/ apapun yang terkontaminasi, kuman masuk saluran cerna setelah berhasil melewati barier pertahan lambung. Tempat hidup yang paling nyaman (rumah terakhir) dari kuman ini adalah kandung empedu karna kuman ini sangat nyaman hidup di dalam cairan empedu. di sini lah masalahnya ; obat-obat yang digunakan sangat jarang dapat mencapai/ mencapai kandung empedu dengan maksimal sehingga stabiltas kuman dalam kandung empedu

tidak terpengaruh/ sedikit terpengaruh/ mati. orang yang pernah terkena Demam Thypoid akan menjadi carrier (pembawa) yang memungkinkan penularan terhadap orang lain yang mana selama > 1 tahun kuman masih dapat di kultur dari tinja oranga tersebut berarti uman masih nyaman dalam kandung empedunya) kemungkinan terjadinya relaps ataupun reinfeksi dari thypoid dapat saja terjadi dan biasanya berhubungan dengan vitalitas fisik dan keadaan imunitas orang tersebut (saat vitalitas / imunitas menurun, kuman dapat meningkatkan aktivitasnya kembali dan keluar dari kandung empedu).

Gejala Klinis

Gejala klinis demam tifoid pada anak biasanya lebih ringan jika dibandingkan dengan penderita dewasa. Masa tunas rata-rata 10-14 hari. Selama masa inkubasi mungkin ditemukan gejala prodromal, yaitu perasaan tidak enak badan lemas dan lesu, nyeri kepala, pusing, dan tidak bersemangat. Kemudian disusul gejala klinis, yaitu :1,2,3

1. Demam

Pada kasus-kasus yang khas, demam berlangsung 3 minggu. Bersifat febris remiten dan suhu tidak tinggi. Selama minggu pertama, suhu tubuh berangsur-angsur meningkat setiap hari, biasanya menurun pada pagi hari dan meningkat pada sore dan malam hari. Pada minggu kedua penderita terus berada dalam keadaan demam. Dalam minggu ketiga suhu badan berangsur-angsur turun dan normal kembali pada akhir minggu ketiga.

2. Gangguan saluran pencernaan

Pada penderita demam tifoid dapat ditemukan bibir kering, dan pecah-pecah (ragaden). Lidah ditutupi selaput putih kotor (coated tounge) dengan pinggir yang hiperemis, jarang disertai tremor. Pada abdomen mungkin ditemukan keadaan perut kembung (meteorismus). Hati dan limpa membesar disertai nyeri pada perabaan. Biasanya didapatkan konstipasi,akan tetapi mungkin pula normal bahkan dapat terjadi diare.

3. Gangguan kesadaran

Umumnya kesadaran penderita menurun walaupun tidak seberapa dalam, yaitu apatis sampai somnolen. Jarang terjadi sopor, koma atau gelisah.

Disamping gejala-gejala yang biasa ditemukan tersebut kadang-kadang ditemukan pula gejala lain berupa roseola pada punggung dan ekstremitas dan bradikardia pada anak besar.

Comments
6 Responses to “3 minggu tak berkutik”
  1. NdaruAlqaz mengatakan:

    wah, podho mbek aku no sun, cuma kowe jih ringan, aku wis kompli nang liver tenanan, aku opname 2 bln, 1 bln di rs, 1 bulan di rmh, lha wong doktere budheku dhewe….

    eh, YM mu opo, aku mbok di add…

  2. NdaruAlqaz mengatakan:

    eh, brarti kowe ki wis mari no….

  3. NdaruAlqaz mengatakan:

    yo wis nak ngono, aku hetriks yo….

    *khakakakaka, aku kena kuman hetriks lagi….blogosphere, i’am back*

  4. fallen mengatakan:

    moga cepat sembuh

  5. Yayan Akhyar mengatakan:

    hehehe…he..

    ga mesti segitunya mbak….–> “PUNYA MAS YAYAN , GUA CUMA NGOPI”….

    jadi gak enak neh….ma mbak

    ndak apa mas…klo gini kan lega jadinya…😛

  6. androes mengatakan:

    Whehehe…alhamdulillah, sunt uda sembuh..

    kembali beraktifitas…hihihi😛
    sunt, masih minum obat ndak? nek masih, butuh bantuan bwt ngabisin tuh obat ndak?😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: