Jangan Takut Hadapi Ujian


Kehidupan layaknya otot. Bagaimana bisa? Sebelum saya jelaskan, perhatikan asumsi saya. Pernahkah anda pergi ke gym hanya sekedar mengecilkan badan, menghilangkan lemak, atau bahkan membentuk badan lebih ideal? Mungkin hampir semua orang tau, bahwa ketika seseorang pergi ke gym pada waktu pertama kalinya (yang sebelumnya belum pernah melakukan pekerjaan berat), dan kemudian disuguhi menu-menu olahraga tentunya yang mereka akan merasakan sakit di beberapa bagian tubuh. Beberapa menyebutkan rasa sakit tersebut adalah DOMS (Delayed Onset Muscle Soreness) kalo masih kurang paham biasanya disebut muscleache atau istilah lebih kerennya adalah “njarem”😀. Taukah anda kenapa otot yang sebelumnya belum pernah di gunakan untuk melakukan aktivitas olahraga dan kemudian melakukan aktivitas olahraga yang cukup berat terasa sakit. Karena ketika otot yang tidak pernah digunakan untuk melakukan aktivitas yang berat cenderung kecil dan lemah. Rasa sakit yang muncul karena aktivitas berat tersebut sesungguhnya telah merobek otot itu sendiri (tenang robeknya ga seperti kain robek bolong trus ga bisa dipake sebelum ditambal😀, oke lebih baik saya ganti kata robek dengan mengelupas biar ga keliatan serem :D). Tapi tau kah anda, bahwa justru dengan otot yang mengelupas ini, otot tersebut akan diperbaiki jaringannya dan akan semakin membesar dan kuat. Jadi intinya semakin sering otot diberi beban aktivitas olahraga yang cukup, meski sakit di awalnya, insyaallah otot akan lebih besar dan tentu lebih kuat.

Itulah sebabnya saya katakan bahwa kehidupan manusia itu selayaknya otot. Setiap kesalahan yang membuat anda jatuh dan sakit, setiap ujian dan cobaan yang menghampiri anda, setiap payah dalam kehidupan anda adalah sebuah media penguat jati diri anda, media pembentuk karakter anda. Semakin berat cobaan, maka semakin tangguh anda dalam menghadapi kehidupan ini. Yakinlah bahwa sesuatu kepedihan dalam diri anda tidak pernah tanpa tujuan. Tuhan memilih anda untuk merasakan ujian yang anda hadapi karena Tuhan tau bahwa anda sanggup dan pantas untuk menjadi kuat. Berbanggalah anda karena Tuhan memilih anda untuk menjadi tangguh. Ketahuilah bahwa tidak semua orang sanggup menjadi seseorang yang tangguh. Mereka melakukan perbuatan yang dibenci Tuhan dengan mengakhiri penderitaan mereka sendiri dengan suicide. Bukankah kita hendaknya bersyukur ketika kita dipilih Tuhan untuk menjadi orang yang tangguh? Bukankah kita harusnya berterimakasih kepada Tuhan bahwa dengan kesengsaraan kita lebih bisa kuat setelahnya dan menghargai apa itu nikmat? Mari menjadi pribadi yang tangguh yang tak gemar mengeluh hingga menjadi pribadi yang dicintai Tuhan. Bersyukurlah atas apa yang Tuhan berikan.

Bagaimana kita bisa berdiri jika kita tidak pernah jatuh. Bagaimana kita bisa tangguh bila kita tak pernah ditempa. Bersyukurlah karena setiap ujian memberikan pengalaman dan mengajarkan ketangguhan dalam diri kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: